Waktu terus berjalan, hari-hari berlalu, dan kini kita kembali bertemu dengan bulan penuh berkah Ramadhan. Tapi, pernahkah kita bertanya dalam hati, Apakah ini Ramadhan terakhirku?


Setiap tahun, kita menyaksikan orang-orang yang sebelumnya berpuasa bersama kita, kini telah tiada. Mereka yang tahun lalu masih berbuka dengan keluarga, menjalankan tarawih di masjid, dan sujud penuh harap di sepertiga malam, kini hanya tinggal nama dan kenangan. Lalu, bagaimana dengan kita? Adakah jaminan bahwa kita masih akan bertemu Ramadhan tahun depan?


Allah SWT berfirman:

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Maka barang siapa dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke dalam Surga, sungguh ia telah beruntung. Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya.”

(QS. Ali Imran: 185)


Renungkanlah. Jika ini benar-benar Ramadhan terakhir kita, sudahkah kita menjalaninya dengan sebaik-baiknya? Sudahkah kita beribadah dengan sepenuh hati, menangis dalam sujud, merintih dalam doa, dan mengharap ampunan-Nya? Atau justru kita masih sibuk dengan dunia, menunda-nunda taubat, dan lalai dalam kemaksiatan?


Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."

(HR. Bukhari & Muslim)


Jangan sampai kita menyesal, ketika Ramadhan ini benar-benar menjadi yang terakhir, dan kita menyadari bahwa kita melewatkannya tanpa sungguh-sungguh mendekat kepada Allah. Jangan menunggu hingga ajal tiba untuk menyadari betapa berharganya setiap detik Ramadhan.


Maka, mari jadikan Ramadhan ini seolah yang terakhir. Perbanyak istighfar, tingkatkan shalat malam, berbuat baik kepada sesama, dan hadirkan keikhlasan dalam setiap ibadah. Karena jika ini benar-benar Ramadhan terakhir kita, semoga ia menjadi Ramadhan yang terbaik dalam hidup kita.


Ya Allah, jika ini Ramadhan terakhirku, terimalah amal ibadahku, ampunilah dosa-dosaku, dan izinkan aku kembali kepada-Mu dalam keadaan husnul khatimah. 

آمين يا رب العالمين.




Penulis : Achmad Fatkhurrozi

Editor   : Zuhdi Yazid

Tulis Komentarmu Di Sini

Lebih baru Lebih lama